jadwalsepakbolahariini.com-Pertandingan Bilbao vs Rayo di Stadion San Mamés, Selasa (26/8) dini hari WIB, berakhir dengan kemenangan tipis 1-0 untuk Athletic Bilbao. Gol tunggal dari titik penalti yang dieksekusi Oihan Sancet memastikan Los Leones meraih enam poin dari dua laga pertama La Liga 2025/26. Hasil ini bukan hanya menambah kepercayaan diri, tapi juga mencatatkan start terbaik Bilbao sejak 2013.
Babak Pertama: Pertarungan Taktis Tanpa Gol
Laga Bilbao vs Rayo dimulai dengan tempo cukup tinggi. Athletic yang tampil di kandang langsung mencoba menekan lewat sisi sayap. Nico Williams jadi ancaman utama dengan kecepatan dan dribelnya, sementara Inaki Williams bergerak bebas di lini depan.
Meski begitu, Rayo Vallecano tidak mau hanya bertahan. Tim tamu beberapa kali mencoba melakukan serangan balik cepat lewat Alvaro Garcia dan Raul de Tomas. Pertahanan Bilbao yang dikomandoi Inigo Martinez sempat kerepotan menghadapi pergerakan cepat lawan.
Namun, hingga peluit babak pertama dibunyikan, skor tetap 0-0. Bilbao dominan dalam penguasaan bola, tapi Rayo cukup disiplin menjaga kotak penalti mereka.
Baca juga tentang :
Liverpool Pecahkan Rekor Demi Florian Wirtz, Apa Istimewanya?
Babak Kedua: Penalti Jadi Penentu
Memasuki babak kedua, intensitas semakin meningkat. Bilbao terus menggempur pertahanan Rayo. Beberapa kali percobaan datang dari luar kotak penalti, termasuk tendangan keras Sancet yang masih melambung.
Gol akhirnya lahir di menit ke-66. Wasit menunjuk titik putih setelah bek Rayo melakukan handball di dalam kotak penalti. Oihan Sancet, gelandang muda andalan Bilbao, maju sebagai eksekutor. Dengan tenang, ia mengirim bola ke sudut gawang, menipu kiper Stole Dimitrievski. Skor berubah menjadi 1-0 untuk tuan rumah.
Gol tersebut terasa istimewa bagi Sancet. Ia baru saja pulih dari cedera lutut yang membuatnya absen tiga pekan. Kembali ke lapangan dan langsung mencetak gol kemenangan jelas jadi momen yang emosional, baik untuk dirinya maupun fans di San Mamés.
Rayo Berusaha Menyusul
Tertinggal satu gol membuat Rayo Vallecano mencoba keluar menyerang. Mereka meningkatkan intensitas permainan dengan memasukkan pemain segar di lini depan. Namun, solidnya pertahanan Bilbao membuat Rayo kesulitan menciptakan peluang bersih.
Kiper Bilbao, Unai Simon, beberapa kali melakukan penyelamatan penting. Salah satunya pada menit ke-82, saat ia menepis sundulan berbahaya Raul de Tomas. Hingga akhir pertandingan, skor tidak berubah.
Baca juga tentang :
Liam Delap Dibandingkan dengan Harry Kane?
Makna Kemenangan untuk Bilbao
Kemenangan tipis ini punya arti besar. Dengan hasil Bilbao vs Rayo, Los Leones meraih enam poin penuh dari dua laga pertama, menyamai catatan Barcelona, Real Madrid, dan Villarreal. Start sempurna ini terakhir kali diraih Bilbao pada musim 2013.
Pelatih Bilbao memuji mentalitas anak asuhnya:
“Kami tahu pertandingan akan sulit, tapi pemain menunjukkan konsistensi. Start seperti ini penting untuk membangun kepercayaan diri,” ujarnya.
Fans juga menyambut gembira hasil ini. San Mamés bergemuruh, bukan hanya karena kemenangan, tapi juga karena melihat Sancet kembali dari cedera dengan performa gemilang.
Statistik Pertandingan
Beberapa angka menarik dari laga ini:
-
Bilbao menguasai bola 58% berbanding 42% milik Rayo.
-
Total 13 tembakan dilepaskan Bilbao, dengan 5 mengarah ke gawang.
-
Rayo hanya mencatatkan 2 tembakan tepat sasaran sepanjang laga.
-
Unai Simon mencatat 2 penyelamatan krusial di menit-menit akhir.
Statistik ini menegaskan dominasi Bilbao, meski hanya menang dengan skor tipis.
Posisi di Klasemen
Dengan kemenangan ini, Bilbao untuk sementara menempati papan atas La Liga bersama raksasa lain. Real Madrid sebelumnya menang 3-0 atas Osasuna, Barcelona menaklukkan Levante 3-2, dan Villarreal menghantam Girona 5-0.
Bergabung dengan nama-nama besar itu membuat Bilbao makin percaya diri menghadapi pekan-pekan berikutnya. Ambisi untuk kembali tampil di kompetisi Eropa musim depan terasa semakin realistis.
Sancet, Simbol Generasi Baru Bilbao
Gol penalti Sancet tidak hanya berarti kemenangan, tapi juga simbol harapan baru. Sebagai produk asli akademi Lezama, ia dianggap pewaris tradisi panjang gelandang kreatif Bilbao. Fans menyambutnya sebagai figur penting generasi baru Los Leones, bersama Nico Williams dan pemain muda lainnya.
Cedera sempat membuat Sancet absen di pramusim, tapi comeback-nya kali ini menunjukkan ketangguhan mental. Banyak analis menilai ia bisa jadi salah satu kunci Bilbao musim ini.
Tantangan ke Depan
Meski start sempurna, jalan Bilbao masih panjang. Musim lalu mereka sempat tampil impresif di awal, tapi kemudian goyah di pertengahan musim. Konsistensi akan jadi kunci.
Jadwal ke depan juga tidak mudah. Bilbao harus menghadapi tim-tim seperti Real Betis dan Atletico Madrid dalam beberapa pekan ke depan. Laga itu akan menguji seberapa jauh mereka bisa bersaing di papan atas.
Bagi Rayo Vallecano, kekalahan ini memang menyakitkan, tapi tidak boleh dijadikan alasan untuk patah semangat. Performa bertahan mereka cukup solid, hanya saja kurang efektif saat menyerang. Perlu perbaikan di lini depan agar bisa lebih kompetitif.
Pertandingan Bilbao vs Rayo membuktikan bahwa Athletic Bilbao memulai musim La Liga 2025/26 dengan penuh percaya diri. Gol tunggal dari Oihan Sancet cukup untuk memastikan kemenangan di San Mamés dan membawa Los Leones ke papan atas klasemen bersama klub elit lain.
Bagi Bilbao, ini lebih dari sekadar tiga poin. Ini adalah tanda bahwa mereka siap bersaing, bahwa pemain muda seperti Sancet bisa menjadi pilar, dan bahwa San Mamés kembali menjadi benteng angker bagi lawan-lawannya.
Rayo memang pulang dengan tangan hampa, tapi mereka memberi perlawanan yang layak. Musim masih panjang, dan masih banyak kesempatan untuk bangkit.
Satu hal pasti: kemenangan tipis ini memberi energi baru bagi Bilbao dan pendukungnya. Di bawah sorak-sorai fans setia, Los Leones kembali mengaum di awal musim—dan siapa tahu, musim ini bisa jadi perjalanan istimewa bagi klub asal Basque tersebut.