Timnas Italia Resmi Pecat Spalletti Setelah Dibantai Norwegia 0-3

Timnas Italia

jadwalsepakbolahariini – Keputusan mengejutkan datang dari Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) usai kekalahan memalukan yang dialami Timnas Italia dalam laga persahabatan melawan Norwegia,Nice Replica Cheap Watches: Swiss Replica Omega Watches UK. yang berakhir dengan skor 0-3. Tak sampai 48 jam setelah pertandingan itu, pelatih kepala Luciano Spalletti resmi dipecat dari jabatannya.

Kabar ini mengejutkan banyak pihak mengingat Spalletti baru menjabat kurang dari satu tahun, tepatnya sejak Agustus 2023. Ia ditunjuk setelah Roberto Mancini mundur secara tiba-tiba. Meski sempat memberi harapan di awal masa kerjanya, Best New Swiss Replica Rolex Watches UK Hot Sale | Top Quality Cheap Replica Watches.performa Italia justru kian menurun, puncaknya dalam kekalahan telak dari Norwegia yang membuat para penggemar dan analis geram.

Apa yang sebenarnya terjadi? Cheap Replica Swiss Rolex Watches – High Quality Rolex Fake Watches For Men – High Quality Rolex Fake Watches For Men.Bagaimana kronologi pemecatan Spalletti? Siapa yang akan menggantikannya? Dan bagaimana respons publik serta pemain atas keputusan ini?

jadwalsepakbolahariini

Kekalahan Memalukan: Italia 0-3 Norwegia

Laga uji coba yang digelar di Stadion Ullevaal, Oslo pada 6 Juni 2025 itu seharusnya menjadi pemanasan menjelang ajang UEFA Nations League dan Kualifikasi Piala Dunia 2026. Namun alih-alih menunjukkan dominasi, Italia justru tampil tanpa arah.

Norwegia, yang bermain penuh semangat dengan dukungan publiknya, menghajar Azzurri lewat gol dari Erling Haaland (2 gol) dan Martin Ødegaard. Italia gagal menciptakan peluang berbahaya sepanjang laga. Statistik akhir mencatat:

  • Penguasaan bola: 47% (Italia) – 53% (Norwegia)
  • Tembakan ke gawang: 2 (Italia) – 9 (Norwegia)
  • Pelanggaran: 14 (Italia) – 7 (Norwegia)
  • Kartu kuning: 3 (Italia)

Kekalahan ini bukan hanya soal skor, tetapi juga cara bermain. Italia tampak kehilangan identitas, tak mampu membangun serangan, dan rapuh di pertahanan. Beberapa pemain seperti Gianluigi Donnarumma, Nicolo Barella, dan Federico Chiesa tampil di bawah performa.

Spalletti: Dari Harapan Besar ke Kekecewaan Besar

Luciano Spalletti ditunjuk sebagai pelatih Timnas Italia pada Agustus 2023 setelah membawa Napoli menjuarai Serie A musim 2022/2023. Berita Bola Banyak yang menilai Spalletti sebagai sosok tepat untuk membawa Italia ke era baru setelah kegagalan lolos ke Piala Dunia 2022.

Namun ekspektasi tinggi itu tak terbayar dengan performa di lapangan. Meski berhasil meloloskan Italia ke Euro 2024, permainan Azzurri di bawah Spalletti dinilai membosankan dan tak meyakinkan. Italia bahkan hanya lolos dari fase grup dengan susah payah dan tersingkir di babak 16 besar oleh Kroasia.

Dalam 14 pertandingan bersama Italia, Spalletti mencatat:

  • Menang: 5
  • Imbang: 5
  • Kalah: 4
  • Gol dicetak: 14
  • Gol kebobolan: 13

Kekalahan dari Norwegia menjadi titik puncak kekecewaan FIGC terhadap kinerja Spalletti.

Baca Juga :

Konfirmasi Resmi dari FIGC

Presiden FIGC, Gabriele Gravina, mengumumkan keputusan pemecatan Spalletti dalam konferensi pers darurat di Roma pada 8 Juni 2025.

“Kami mengucapkan terima kasih atas dedikasi dan kerja keras Luciano Spalletti. Namun, kami tidak bisa mengabaikan hasil dan tren negatif dalam beberapa bulan terakhir. Dengan berat hati, kami memutuskan mengakhiri kerja sama ini demi masa depan sepak bola Italia.”

Gravina juga menambahkan bahwa dalam waktu dekat FIGC akan menunjuk pelatih interim sembari menyiapkan proses seleksi pelatih kepala permanen.

Reaksi Pemain dan Tokoh Sepak Bola

Berbagai reaksi bermunculan dari pemain, legenda, dan media Italia. Beberapa mendukung keputusan FIGC, sementara lainnya menilai pemecatan ini terlalu tergesa-gesa.

Gianluigi Buffon (Legenda Timnas Italia):

“Saya sedih melihat situasi ini. Spalletti adalah pelatih hebat. Tapi mungkin waktunya memang tidak tepat.”

Alessandro Del Piero:

“Tim kehilangan arah. Pemecatan ini menyakitkan, tapi saya mengerti. Italia butuh kebangkitan.”

Jorginho (gelandang Italia):

“Kami sebagai pemain juga bertanggung jawab. Tidak adil menyalahkan pelatih sepenuhnya.”

Faktor-Faktor Pemecatan Spalletti

Beberapa analis sepak bola Italia menyebutkan sejumlah faktor utama yang menyebabkan pemecatan Spalletti:

  1. Minimnya Identitas Permainan

Italia yang dikenal dengan permainan taktis dan solid di era Mancini, berubah menjadi tim yang bingung dengan formasi. Spalletti bergonta-ganti skema—dari 4-3-3, 4-2-3-1, hingga 3-5-2—tanpa hasil maksimal.

  1. Kurangnya Regenerasi Pemain

Spalletti dianggap terlalu bergantung pada pemain lama dan gagal memberi kesempatan kepada generasi baru seperti Matteo Prati, Fabio Miretti, dan Wilfried Gnonto.

  1. Gagal Membangun Chemistry

Meski memiliki pemain berkualitas, hubungan antar pemain di lapangan terlihat minim. Tim kehilangan kekompakan, terutama saat menghadapi tekanan.

  1. Hasil yang Tak Konsisten

Terlepas dari status laga uji coba, kekalahan telak dari tim sekelas Norwegia, meski kuat, dinilai tak bisa diterima oleh publik Italia.

Siapa Pengganti Spalletti?

Meski belum diumumkan secara resmi, beberapa nama mulai mengemuka sebagai calon pelatih baru Timnas Italia:

  1. Antonio Conte

Eks pelatih Chelsea dan Juventus ini disebut favorit kuat. Ia pernah melatih Italia di Euro 2016 dan dikenal dengan kedisiplinan dan semangat juangnya.

  1. Roberto De Zerbi

Pelatih muda yang sukses bersama Brighton di Premier League. Dianggap mampu membangun tim dengan filosofi modern.

  1. Daniele De Rossi

Legenda AS Roma yang baru memulai karier kepelatihan. Meski minim pengalaman, namanya disebut-sebut karena faktor emosional dan semangat muda.

  1. Claudio Ranieri

Pelatih veteran ini kembali disebut sebagai opsi jangka pendek atau interim. Pengalamannya dianggap berharga untuk membangun transisi.

Publik Italia: Marah Tapi Berharap

Media dan publik Italia menanggapi kekalahan dari Norwegia dan pemecatan Spalletti dengan reaksi campur aduk. Di media sosial, tagar #SpallettiOut sempat trending pasca-laga, disusul #SaveAzzurri keesokan harinya.

Survei cepat yang dilakukan media La Gazzetta dello Sport menunjukkan:

  • 72% responden setuju Spalletti dipecat
  • 18% ingin diberi kesempatan hingga akhir tahun
  • 10% tak peduli siapa pelatih, yang penting hasil

Para penggemar berharap pelatih baru bisa mengembalikan semangat Azzurri dan membangun tim kompetitif jelang Piala Dunia 2026.

Masa Depan Timnas Italia

Pecat memecat pelatih memang bukan solusi jangka panjang. Italia membutuhkan pembenahan menyeluruh, mulai dari:

  • Sistem pembinaan usia muda
  • Kebijakan naturalisasi dan pemanggilan pemain diaspora
  • Penguatan kompetisi domestik
  • Stabilitas di tubuh FIGC

Italia adalah negara dengan sejarah sepak bola besar—juara dunia empat kali dan penuh legenda. Namun tanpa perencanaan dan visi jangka panjang, gelar masa lalu hanya akan jadi kenangan.

Kekalahan 0-3 dari Norwegia menjadi momen pahit bagi Timnas Italia. Bukan hanya soal skor telak, tetapi juga soal identitas yang hilang dan kepercayaan publik yang goyah. Luciano Spalletti, yang datang dengan segudang ekspektasi, akhirnya harus angkat koper sebelum genap setahun menjabat.

Kini, tantangan besar menanti FIGC: mencari sosok pelatih baru yang mampu membangun kembali Azzurri dari fondasi. Di tengah era sepak bola yang makin kompetitif, Italia tak bisa terus hidup dari masa lalu. Mereka harus bangkit—dan bangkit sekarang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *